DAMPAK INDUSTRIALISASI TERHADAP LINGKUNGAN DAN SOSIAL : STUDI KASUS PT SEMEN IMASCO PUGER, JEMBER 2020-2025
Abstrak
Penelitian ini membahas dampak industrialisasi terhadap lingkungan dan sosial masyarakat di sekitar PT Semen Imasco Asiatic, yang beroperasi di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur sejak tahun 2020. Pabrik ini merupakan bagian dari Perusahaan Hongsi Holding Group asal China dan memiliki kapasitas produksi sebesar 3 juta ton semen per tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara pendekatan sejarah, kualitatif, studi literatur, dan analisis spasial berbasis citra satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran industri semen telah berdampak terhadap lingkungan dan sosial sekitar. Dari sisi lingkungan, ditemukan dampak berupa pencemaran udara, pengalihan saluran irigasi, dan rusaknya infrasruktur jalan. Sementara dari sisi sosial, masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat debu kendaraan industri, keterbatasan akses pekerjaan lokal, serta ketimpangan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Terjadi pula ketegangan antara pijak perusahaan dengan masyarakat, yang memuncak pada penghentian operasional pabrik pada awal 2025 sebelum akhirnya di mediasi oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar dalam proses pengambilan keputusan pembangunan industri.
Kata kunci: dampak lingkungan, dampak sosial, dan Industri semen
Abstract
This study discusses the impact of industrialization on the environment and social conditions of the community around PT Semen Imasco Asiatic, which has been operating in Puger District, Jember Regency, East Java since 2020. This factory is part of Hongsi Holding Group, a Chinese company, and has a production capacity of 3 million tons of cement per year. The research method combines historical and qualitative approaches, literature study, and spatial analysis based on satellite imagery. The results show that the presence of the cement industry has impacted the surrounding environment and society. Environmentally, the impacts found include air pollution, irrigation channel diversion, and damage to road infrastructure, socially, the community experiences health disturbances caused by industrial vehicle dust, limited access to local employment, and inequalities in the implementation of corporate social responsibility (CSR). There have also been tensions between the company and the community, culminating in the factory’s operational halt in early 2025 before mediation by the local government. This study emphasizes the industrial development decision-making processes.
Keywords: cement industry, environmental impact, and social impact
PENDAHULUAN
Industrialisasi merupakan suatu proses transformasi ekonomi dan sosial yang ditandai dengan peningkatan produksi dalam skala besar yang menggunakan teknologi dan tenaga kerja yang lebih efisien. Proses industrialisasi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ekonomi suatu negara. Sejak Revolusi Industri pada akhir abad ke-18, industrialisasi telah menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Industrialisasi membawa manfaat dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, berupa peningkatan produksi barang, modernisasi sistem transformasi, kemajuan teknologi yang berdampak positif terhadap efisiensi kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta peningkatan infrastruktur. Disisi lain, industrialisasi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial masyarakat yang signifikan. Proses produksinya melibatkan aktivitas pertambangan bahan baku seperti batu, kapur, penggunaan energi dalam jumlah besar, serta menghasilkan emisi karbon, debu, dan limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan. Industri semen, sebagai salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap pembangunan, sering kali dikaitkan dengan isu-isu lingkungan, seperti pencemaran udara, eksploitasi sumber daya alam, serta dampak sosial yang muncul akibat perubahan pola kehidupan masyarakat sekitar.
Salah satu kawasan yang mengalami perkembangan industri semen yang memberikan dampak tersendiri terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan adalah PT. Semen Imasco Asiatic. Sejak mulai beroprasi, PT Semen Asiatic merupakan sebuah perusahaan manufaktur semen yang termasuk bagian Hongshi Group asal China yang berlokasi di Desa Puger Wetan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pabrik ini memiliki deposit tambang siap pakai berkualitas tinggi dengan sumber daya kapur lebih dari 100 juta ton. Asiatic-anak usaha dari Hongsi Holding Group asal Tiongkok. Pabrik mulai beroperasi pada bulan Mei 2020, memiliki kapasitas produksi sebesar 3 juta ton semen per tahun dan dilengkapi fasilitas
Namun demikian, perkembangan industri ini tidak luput dari berbagai persoalan lingkungan dan sosial. Aktivitas pengangkutan semen dengan truk tronton menyebabkan kerusakan jalan provinsi yang hanya didesain untuk melakukan evaluasi dan pembatasan operasional angkutan berat. Selain itu, muncul kekhawatiran terhadap peningkatan polusi udara akibat debu industri, potensi pencemaran air tanah, serta gangguan terhadap keseimbangan ekosistem di sekitar lokasi pabrik.
Dari sisi sosial, masyarakat sekitar turut merasakan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari terganggunya aktivitas transportasi, risiko kesehatan akibat debu, hingga pertanyaan mengenai transportasi dan efektivitas program tanggung jawab sosial perusahaan. Kondisi ini mencerminkan ketegangan antara kepentingan pembangunan ekosistem dengan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Penelitian ini disusun berdasarkan tiga rumusan masalah, yaitu bagaimana perkembangan kegiatan industri PT Semen Imasco di Puger dari tahun 2020-2025, apa saja dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas industri semen di kawasan tersebut, bagaimana dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat sekitar akibat kehadiran industri tersebut.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dan metode kualitatif untuk mengkaji dampak industrialisasi terhadap lingkungan dan sosial di sekitar PT Semen Imasco Puger, Jember, pada periode 2020-2025. Metode sejarah digunakan untuk menelusuri perkembangan kegiatan industry semen di kawasan Puger secara kronologis, dengan menekankan pada proses perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Sementara, metode kualitatif digunakan untuk menganalisis dampak sosial dan dampak lingkungan secara mendalam yang ditimbulkan oleh aktivitas industri semen. Pendekatan studi literatur diterapkan dengan mengkaji berbagai sumber tertulis, seperti artikel ilmiah, berita media, serta publikasi yang relevan terkait aktivitas PT Semen Imasco. Untuk mendukung analisis perubahan lingkungan, penelitian juga memanfaatkan data spasial dengan menganalisis peta topografi spasial berbasis citra satelit melalui platform Google Earth. Analisis ini digunakan untuk mengamati perubahan bentang alam, tutupan lahan, kondisi geografis sekitar pabrik, serta kemungkinan dampak ekologis akibat kegiatan industri semen dari waktu ke waktu. Teknik ini berguna untuk melacak perubahan ruang geografis penambangan batu kapur akibat aktivitas pabrik semen. Dengan mengkombinasikan pendekatan historis, kualitatif, dan studi literatur, serta pengamatan spasial, penelitian inni diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai dampak industrialisasi terhadap lingkungan dan sosial masyarakat lokal di kawasan Puger.
PEMBAHASAN
1. PT Imasco Asiatic
1.1 Letak Geografis PT Semen Imasco
PT Semen Imasco Asiatic adalah produsen semen yang berlokasi di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berada tetap di samping Gunung Sadeng dan berada di tengah area persawahan milik warga. Lokasi geografis ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pembengunan industri semen karena berdekatan dengan sumber daya mineral dan esennsial. Dari segi strategis, pemilihan lokasi PT Semen Imasco Asiatic sangat berkaitan dengan kedekatannya terhadap Gunung Sadeng, yang merupakan kawasan karst dengan cadangan batu kapur yang melimpah dan berkualitas tinggi. Keberadaan sumber daya alam ini menjadi salah satu alasan utama pendirian pabrik di wilayah tersebut.
1.2 Profil dan perkembangan PT Semen Imasco
PT Semen Imasco Asiatic merupakan perusahaan manufaktur semen yang beroperasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Perusahaan ini sepenuhnya dimiliki oleh Hongsi Holding Group, yang termasuk salah satu dari 500 perusahaan teratas di China dan salah satu dari 12 perusahaan semen berskala nasional yang didukung oleh Pemerintah Indonesia. Hongsi Holding Group sendiri memiliki lebih dari 50 perusahaan semen berskala besar di Zhenjiang, Jiangxi, Fujian dan 10 provinsi lainnya di China. Selain itu juga memiliki 5 proyek semen berskala besar di Laos, Nepal, Indonesia dan Myanmar, di antaranya Laos Wanxiang, Nepal Hongsi Xiwang, Indonesia Imasco. PT Semen Imasco merupakan proyek pertama yang di investasikan dan dibangun di Indonesia. Pabrik ini memulai pembangunan pada November 2018 dan remi beroperasi sejak Mei 2020
Dengan merek dagang “Singa Merah”, pabrik ini memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 3 juta ton semen, dengan output harian mencapai 8.000 ton. Produk utama yang dihasilkan meliputi Semen Portland Komposit (PCC), Semen Portland (OPC), dan klinker komersial, yang didistribusikan dalam berbagai kemasan,, termasuk jumbo bag dan sling bag untuk memenuhi kebutuhan pasar domertik dan luar pulau Jawa. Sekitar 40 karyawannya merupakan tenaga kerja asing dari China sebagai operator utama mesin-mesin perusahaan.
Pada tahun 2020 Proyek konstruksi utama selesai dan pabrik mulai beroperasi pada bulan Mei 2020. Kapasitas produk tahunan mencapai 3 juta ton, dengan output harian hingga 8.000 ton semen. Pada akhir tahun 2020, total aset perusahaan sebesar 62,5 miliar yuan dan memiliki lebih dari 16.000 karyawan. Pada tahun 2020, total penjualan semen dan klinker komersial mencapai 105, 53 juta ton, dengan merealisasikan keuntungan sebesar 8,5 miliar yuan. PT Imasco memproduksi semen curah sebayak 800 ton per hari. Sekitar 90% bahan baku berasal dari Gunung Sadeng, Puger, dengan sisa bahan campuran didatangkan dari daerah lain. Produk utama adalah Semen Singa Merah, yang dipasarkan secara nasional dan bersaing dengan produsen semen lain di Jawa Timur. Perusahaan terus menegaskan komitmennya pada inovasi, berkelanjutan, dan praktik ramah lingkungan, seta menerapkan standar internasional dalam operasionalnya.
Awal 2025 PT Imasco menghentikan operasional sejak 27 Januari 2025 akibat protes masyarakat terkait kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan berat perusahaan. Sebanyak 1.600 pekerja dirumahkan secara bertahap. Namun pada April 2025, setelah 3 bulan vakum, pemerintah daerah (bupati Jember, Muhammad Fawait) memediasi konflik antara manajemen PT Imasco dan Masyarakat. Solusi jangka pendek disepakati agar perusahaan dapat kembali beroperasi mulai 28-29 April 2025.
Kembalinya operasi PT Imasco membawa harapan bagi ribuan pekerja yang sempat dirumahkan dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Jember. Pemerintah juga menegaskan karyawan dan masyarakat sekitar sebagai prioritas. Sejak beroperasi, PT Semen Imasco Asiatic telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah. Namun perusahaan juga menghadapi tantangan termasuk kritik terkait kepatuhan terhadap regulasi ketenaga kerjaan dan dampak lingkungan dari aktivitas operasionalnya.
2. Dampak Lingkungan
2.1 Dampak Lingkungan Terhadap Kawasan pertanian
Terdapat beberapa dampak yang dirasakan oleh warga desa Puger Wetan, yaitu pengalihan saluran irigasi, polusi air, kerusakan infrastruktur pertanian, penurunan kualitas tanah, dan hilangnya lahan pertanian. Berikut penjelasannya:
• Pengalihan saluran irigasi
Pengalihan saluran irigasi tanpa izin oleh pabrik semen Imasco di Puger, Jember, telah menimbulkan dampak serius terhadap sekitar 3.000 hektar lahan pertanian di Puger Kulon dan Puger Wetan. Relokasi saluran irigasi ini dilakukan tanpa persetujuan dan konsultasi dengan para petani, mengakibatkan gangguan serius terhadap sistem irigasi yang telah ada dan diandalkan selama bertahun-tahun. Akibatnya, aliran air menjadi tidak lancar dan bahkan terhenti di beberapa titik, menyebabkan kekurangan air yang signifikan untuk mengairi lahan pertanian.
• Polusi air
Limbah cair dari pabrik merupakan ancaman serius terhadap sumber air irigasi yang digunakan para petani. Bahan kimia dan polutan dalam limbah tersebut dapat mencemari air, sehingga membahayakan kesehatan tanaman. Tanaman yang terpapar air tercemar dapat mengalami pertumbuhan yang terhambat, mengalami penyakit, dan menghasilkan panen yang berkualitas rendah, bahkan tidak layak konsumsi. Akibatnya, petani mengalami kerugian ekonomi karena penurunan hasil panen dan peningkatan biaya perawatan tanaman yang sakit. Pencemaran air irigasi juga berdampak jangka panjang pada kesuburan tanah, sehingga mengancam keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pengelolaan limbah cair pabrik yang baik dan pengawasan yang ketat sangat penting untuk melindungi sumber daya air dan menjamin keberlanjutan pertanian.
• Kerusakan infrastruktur pertanian
Aktivitas pengangkutan material pabrik, seperti truk-truk besar yang membawa bahan baku atau hasil produksi, berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur pertanian di sekitarnya. Jalan-jalan desa yang sempit dan belum terbangun dengan baik bisa mengalami kerusakan akibat beban berat kendaraan tersebut. Kerusakan jalan akan menyulitkan petani mengangkut hasil panen mereka ke pasar, meningkatkan biaya transportasi, dan mengurangi pendapatan mereka. Selain jalan, saluran irigasi juga rentan rusak akibat aktivitas pengangkutan material. Truk yang melintas di dekat saluran irigasi dapat menyebabkan kerusakan tanggul atau pipa irigasi, mengganggu sistem irigasi, dan mengancam pasokan air untuk lahan pertanian. Getaran dari truk yang lewat juga bisa merusak bangunan pertanian seperti gudang penyimpanan hasil panen atau rumah petani. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen pengangkutan material yang baik, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan saluran irigasi, serta penetapan jalur pengangkutan yang meminimalisir dampak negatif terhadap infrastruktur pertanian.
• Penurunan kualitas tanah
Debu dan polusi udara dari pabrik semen dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah pertanian di sekitarnya dalam beberapa cara. Debu yang mengandung partikel-partikel halus, termasuk logam berat, dapat menempel pada permukaan tanah, menghalangi pori-pori tanah, dan mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air dan udara. Hal ini dapat menyebabkan tanah menjadi padat dan menghambat pertumbuhan akar tanaman. Polusi udara juga dapat menurunkan pH tanah, menjadikannya lebih asam. Tanah yang terlalu asam dapat mengurangi ketersediaan nutrisi bagi tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat dan hasil panen menurun. Selain itu, polutan udara seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida dapat bereaksi dengan air hujan membentuk hujan asam. Hujan asam dapat meningkatkan keasaman tanah, melarutkan nutrisi penting dalam tanah, dan meningkatkan kadar logam berat yang berbahaya bagi tanaman. Akumulasi logam berat dalam tanah dapat terakumulasi dalam tanaman dan masuk ke rantai makanan, berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Untuk mencegah penurunan kualitas tanah, perlu upaya mitigasi polusi udara, seperti penggunaan teknologi pengendalian polusi yang lebih baik di pabrik dan penanaman vegetasi untuk menyerap debu.
• Hilangnya lahan pertanian
Konversi lahan pertanian untuk pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukungnya merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Ketika lahan pertanian dialihfungsikan menjadi area industri, luas lahan produktif berkurang, sehingga mengurangi potensi produksi pangan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian secara keseluruhan dan berdampak pada ketersediaan pangan, khususnya di daerah sekitar pabrik. Hilangnya lahan pertanian juga berdampak pada mata pencaharian petani yang kehilangan sumber penghasilan utama mereka. Petani yang kehilangan lahan pertanian mungkin harus mencari pekerjaan alternatif, yang berpotensi mengurangi pendapatan dan meningkatkan angka pengangguran di daerah tersebut. Selain itu, konversi lahan juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem lokal. Hilangnya lahan pertanian dapat mengurangi keanekaragaman hayati, mengganggu siklus air, dan meningkatkan risiko erosi tanah. Untuk meminimalkan dampak negatif konversi lahan, diperlukan perencanaan tata ruang yang terintegrasi dan berkelanjutan, yang mempertimbangkan kebutuhan sektor pertanian dan industri secara seimbang. Kompensasi yang adil bagi petani yang kehilangan lahan juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan keadilan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Evaluasi dampak lingkungan (AMDAL) yang komprehensif juga sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengurangi dampak negatif konversi lahan terhadap lingkungan dan masyarakat.
2.2 Dampak Lingkungan Terhadap Kualitas Udara
Warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember mengeluhkan polusi udara dari produksi semen PT Semen Imasco Asiatic. Keluhan itu diungkapkan warga saat mengikuti RDP gabungan dengan Komisi B, Komisi C, dan Komisi D. Meski RDP tersebut tidak dilanjutkan karena ketidakhadiran Pimpinan DPRD, namun warga sempat mengungkapkan keluhannya kepada anggota dewan dari tiga Komisi tersebut. keluhan itu juga didengar oleh Legal PT Semen Imasco Asiatic, Fenddy, yang juga hadir dalam forum tersebut.
Ketua Pokmas Gotong-Royong Desa Puger Wetan, Muhammad Jufri mengatakan bahwa warga mengeluhkan polusi udara yang dihasilkan oleh pabrik semen tersebut. "Polusi udara mengandung karbon monoksida, walau dampaknya tidak terasa jangka pendek. Ia juga menyebutkan, PT Semen Imasco Asiatic juga tidak pernah memperhatikan kondisi lingkungan warga yang berdekatan langsung dengan pabrik. Bahkan, dana Corporate Social Responsobility (CSR) dari perusahaan tersebut tidak pernah dirasakan oleh warga. Termasuk, minimnya serapan tenaga kerja dari warga setempat. Terkait ketenagakerjaan, Jufri berharap agar PT Semen Imasco Asiatic banyak merekrut warga sekitar. "Saat ini (serapan karyawan) non-teknisinya saja paling banyak hanya 10 orang, dan masih banyak yang nganggur.
3 Dampak Sosial
Perkembangan Industrialisasi yang telah masuk ke wilayah pedesaan dalam studi kasus ini terjadi pada Kecamatan Puger yang dengan adanya PT Semen Imasco Asiatic, menunjukkan dampaknya terhadap lingkungan yang akhirnya dapat membuat perubahan – perubahan dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat. Berikut beberapa dampak sosial dari pengaruh adanya industrialisasi yang terjadi pada masyarakat Puger.
3.1 Pandangan Masyarakat terhadap Kehadiran Industri
Sejak kehadiran pabrik semen yang sudah mulai beroperasi pada tahun 2020, masyarakat Kecamatan Puger memiliki beragam pandangan dengan kehadiran PT Semen Imasco Asiatic di wilayah mereka. Berdirinya pabrik semen Imasco secara umum memiliki dua pandangan yang berbeda, karena dengan berdirinya pabrik semen ini memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif terhadap masyarakat Puger. Masyarakat dapat merasakan dampak positif dari berdirinya pabrik semen dengan adanya penyerapan tenaga kerja karena dibukanya lowongan pekerjaan serta lapangan kerja baru terutama untuk masyarakat sekitar pabrik semen. Dan ada juga masyarakat yang memanfaatkan berdirinya pabrik semen ini untuk membuka usaha warung-warung nasi di dekat pabrik. Selain itu adanya pabrik semen juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat Puger, terutama untuk para petani yang menjadi mata pencaharian utama mereka dan bergantung terhadap sawahnya. Dampak ini muncul karena adanya relokasi sepihak saluran irigasi yang menjadi pengairan utama untuk sawah para petani, karena sebelumnya lahan yang digunakan untuk pendirian pabrik mencakup area saluran irigasi tersebut. Yang akhirnya memancing berbagai respons dari para petani karena dengan adanya relokasi yang akhirnya berdampak negatif sebab terhambatnya air yang menuju ke sawah para petani. Disebutkan juga karena relokasi saluran irigasi yang dilakukan secara sepihak oleh PT Semen Imasco Asiatic menjadi faktor terhambatnya air yang menyebabkan hampir 3000 hektare sawah masyarakat mengalami gagal panen karena kekeringan.
3.2 Dampak terhadap Kesehatan dan Infrastruktur
Dengan adanya aktivitas produksi yang terjadi pada pabrik semen Imasco juga memberi dampak terhadap masyarakat sekitar pabrik. Proses produksi semen mengakibatkan munculnya debu-debu yang merupakan hasil dari tahap pembakaran bahan baku semen yang dibakar menggunakan batu bara. Debu-debu ini yang akhirnya memunculkan masalah berupa polusi udara dan menyebar ke masyarakat sekitar, dengan terjadinya polusi udara karena adanya proses produksi pabrik semen memunculkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat sekitar pabrik semen yaitu gangguan kesehatan. Dengan debu-debu yang dihasilkan terus-menerus masyarakat sekitar pabrik banyak yang mengalami gangguan seperti batuk, pernapasan, dan yang paling parah adalah penyakit paru-paru karena terlalu sering menghirup udara yang kotor. Hal ini bisa menjadi masalah besar di kemudian hari meskipun dampak kesehatannya tidak terasa secara langsung, tetapi dengan aktivitas produksi yang dilakukan secara terus menerus secara perlahan akan mengganggu kesehatan masyarakat.
Selain dampak terhadap kesehatan masyarakat berdirinya pabrik semen Imasco juga memberikan dampak terhadap infrastruktur umum masyarakat terutama untuk petani. Sebelumnya petani merupakan pekerjaan yang turun temurun diwariskan sebagai mata pencaharian utama dari keluarga, dengan demikian banyak masyarakat Puger Kulon yang sumber utama mata pencahariannya bergantung kepada sektor pertanian. Dengan berdirinya pabrik semen yang tepat berada di atas saluran irigasi untuk pengairan sawah masyarakat, akhirnya saluran irigasi ini dipindahkan dikeluar pabrik secara sepihak oleh pihak pabrik, yang memberi dampak kepada aktivitas pertanian. Pemindahan saluran irigasi berdampak terhadap waktu sampainya air ke sawah-sawah warga, karena setelah dilakukannya pemindahan saluran irigasi yang awalnya lurus menjadi meliuk-liuk, yang memberikan ancaman kekeringan kepada sawah warga yang berada di bawah karena lamanya menunggu datangnya air.
Dampak terhadap infrastruktur masyarakat yang lain adalah terhadap akses jalanan umum, arus mobilitas transportasi-transportasi berat yang membawa bahan baku semen atau semen yang telah siap didistribusikan juga menyebabkan permasalahan baru terhadap produktivitas masyarakat sekitar. Dengan banyak transportasi berat yang melintasi jalanan umum yang mengarah pada pabrik menimbulkan kepadatan lalu lintas, yang hal itu mengharuskan masyarakat lebih berhati-hati untuk melintasi jalanan di sekitar pabrik karena berdampingan dengan transportasi-transportasi berat ini. Begitu juga dengan arus mobilitas pabrik yang cukup tinggi juga berdampak terhadap infrastruktur publik yaitu jalan raya, dengan intensitas mobilitas yang tinggi membuat jalanan di wilayah Puger terutama yang sering dilalui oleh transportasi berat mengalami kerusakan, yang hal ini akhirnya juga menghambat produktivitas masyarakat sekitar pabrik.
3.3 Adanya Konflik dan Perlawanan Petani
Banyaknya permasalahan yang telah terjadi dari awal berdiri sampai masa berjalannya produksi semen, akhirnya berimbas terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar, lingkungan dan dengan kekecewaan petani karena relokasi saluran irigasi menjadi faktor penyebab adanya perlawanan yang dilakukan petani Puger kepada pihak pabrik. Hal ini yang akhirnya menjadi sebuah konflik yang terjadi antara masyarakat sekitar, terutama yang bekerja sebagai petani dan membentuk sebuah perlawanan dari kelompok-kelompok petani yang merasa kecewa dengan relokasi yang telah di lakukan pihak pabrik. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh para petani cenderung melawan dengan tertutup seperti dengan cara bergosip, mogok kerja, dan sabotase, tetapi juga terdapat perlawanan semi-terbuka seperti demonstrasi dan protes sosial. Gerakan demo dilakukan oleh kelompok petani sebagai bentuk protes terhadap adanya relokasi saluran irigasi yang dilakukan secara sepihak oleh pihak pabrik. Gerakan perlawanan yang dilakukan para kelompok petani ini juga mendapatkan dukungan dari kelompok pergerakan mahasiswa yaitu PMII, yang biasanya dilangsungkan di depan pabrik semen dan di depan gedeng DPR Jember.
PENUTUP
PT Semen Imasco Asiatic yang berlokasi di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membawa dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar sejak mulai beroperasi pada 2020. Di satu sisi, perusahaan ini memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Namun di sisi lain, aktivitas industrinya menimbulkan berbagai dampak lingkungan seperti polusi udara, penurunan kualitas tanah dan air. Relokasi saluran irigasi tanpa izin menjadi pemicu utama kegagalan panen.
Selain dampak lingkungan, kehadiran PT Imasco juga memicu ketegangan sosial antara masyarakat dan perusahaan. Ketimpangan dalam serapan tenaga kerja lokal, minimnya program CSR, serta dampak terhadap kesehatan dari polusi udara menjadi pemicu ketidakpuasan warga sekitar. Konflik pun pemuncak pada awal tahun 2025 saat perusahaan sempat menghentikan operasional akibat protes masyarakat. Meskipun mediasi berhasil dilakukan dan pabrik kembali beroperasi, situasi ini menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan dan sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Beritabangsa, Redaksi. “Jalan Rusak Akibat Truk ODOL, Warga Unras di Sepanjang Jalan Rambipuji-Puger - Media Berita Bangsa,” December 4, 2024. https://beritabangsa.id/2024/12/04/jalan-rusak-akibat-truk-odol-warga-unras-di-sepanjang-jalan-rambipuji-puger/.
Estu Ningrum, Siti Rahayu, Arif Nur Widyatama, and Rofi Sri Utami. “Ruang Sempit Petani Puger Pasca Industrialisasi.” Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis 5, no. 2 (May 6, 2023): 01–18. https://doi.org/10.55542/juspa.v5i2.632.
Gofur, M Abdul, and I Gede Astra Wesnawa. “DAMPAK EKOOGI PENABANGAN BATU KAPUR SEBAGAI BAHAN DASARPEBUATANSEEN DIGUNUNG SADENG KECAATAN PUGER, KABUPATEN JEBER.” Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha 6, no. 3 (November 30, 2018). https://doi.org/10.23887/jjpg.v6i3.20703.
Herlambang, Toni, Zulfikar Diah, and Nurul Qomariah. “Mediation of Job Satisfaction: The Influence of Leadership Style on Employee Performance at ‘PT. Semen Imasco Asiatic Jember.’” In Proceedings of the 4th International Conference on Business, Accounting, and Economics, ICBAE 2024, 14-15 August 2024, Purwokerto, Indonesia. Purwokerto, Indonesia: EAI, 2024. https://doi.org/10.4108/eai.14-8-2024.2351712.
HS, Suyono. “PT Semen Imasco Jember, Ikut Berkontribusi Dalam Pembangunan Nasional Memproduksi 800 Ton Semen Curah Perhari - Lamongan Network.” PT Semen Imasco Jember, Ikut Berkontribusi Dalam Pembangunan Nasional Memproduksi 800 Ton Semen Curah Perhari - Lamongan Network. Accessed June 10, 2025. https://lamongan.jatimnetwork.com/ekonomi-bisnis/7418860782/pt-semen-imasco-jember-ikut-berkontribusi-dalam-pembangunan-nasional-memproduksi-800-ton-semen-curah-perhari.
Naya. “Dua Sisi Eksternalitas Ekonomi Pabrik Semen Puger Di Jember Halaman 2 - Kompasiana.Com.” Accessed June 10, 2025. https://www.kompasiana.com/naya78914/6428bde308a8b562aa2c7612/dua-sisi-eksternalitas-ekonomi-pabrik-semen-puger-di-jember?page=2&page_images=1.
Ningrum, Siti Rahayu Estu, Arif Nur Widyatama, and Rofi Sri Utami. “Ruang Sempit Petani Puger Pasca Industrialisasi | Jurnal Sosiologi Pertanian Dan Agribisnis.” Accessed June 10, 2025. https://jurnal.ugp.ac.id/index.php/JuSPA/article/view/632.
Noviantoro, Kurnia Maulidi, M. Rizqon Al Musafiri, Chalia Chistella, and Muhammad Furqon Kamilin. “Company Effect “PT Semen Imasco Asiatic†Terhadap Perekonomian Masyarakat Puger Kabupaten Jember.” MAJALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI 7, no. 2 (December 16, 2024): 18–25. https://doi.org/10.19184/pgeo.v7i2.53502.
Pratama, Adhitiya Prasta, and Desy Fitriana. “Gerakan Sosial: Perlawanan Petani Puger Terhadap PT Semen Imasco Asiatic,” n.d.
“PT Semen Imasco Asiatic – PT Semen Imasco Asiatic,” n.d. Accessed May 4, 2025.
Rohmah, Fityatur, Agus Luthfi, and Aisah Jumiati. “Dampak Sosial Ekonomi Pabrik Semen Puger di Kecamatan Puger Kabupaten Jember,” 2015.
Zuhro, Zuhana A, and Hakim. “Petani Puger Protes Pabrik Semen Alihkan Saluran Irigasi.” Mongabay.co.id (blog), November 5, 2020. https://mongabay.co.id/2020/11/05/petani-puger-protes-pabrik-semen-alihkan-saluran-irigasi/.
Komentar
Posting Komentar