Deru Gergaji di Tengah Hutan: Suara yang Mengusik Warga Bandealit
Bandealit, Jember — Di antara rimbun pepohonan dan semilir angin pegunungan yang menyapa Desa Bandealit, ada suara yang tak seharusnya hadir: raungan gergaji mesin dari dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Suara itu memecah sunyi, membawa gelisah bagi warga yang hidup berdampingan dengan hutan. Siti Aminah, warga RT 01 RW 11 Bandealit, menjadi salah satu saksi yang menyimpan ingatan tentang masa ketika pembalakan liar marak terjadi. Dengan nada tenang namun sarat makna, ia menuturkan, “Iya mas, dulu ada penebangan liar yang terjadi dan jalur naik turunnya hanya satu ini, di depan rumah saya,” ujar Ibu Siti Aminah sambil menunjuk jalur kecil yang tampak biasa namun menyimpan cerita panjang tentang perusakan alam. Jalur yang dimaksud, dulunya menjadi akses utama bagi pelaku pembalakan untuk mengangkut kayu hasil tebangan. Truk kecil dan sepeda motor roda tiga kerap melintas, meninggalkan jejak ban bercampur tanah dan serpihan kayu. Memori Panjang di Balik Tebangan , pen...