Pelarian ke Puncak Sunyi
Rimba kota menyesakkan dada,
Tiada lagi tempat tuk sembunyi.
Bayangmu membelenggu jiwa,
Hingga kutemukan puncak yang sunyi.
Ransel terisi, beban di bahu,
Langkah menjejak lereng berliku.
Setiap tanjakan, setiap batu,
Adalah upaya melupakan dirimu.
Udara dingin menusuk kalbu,
Membersihkan duka yang mengendap.
Pohon pinus berdiri membisu,
Seolah mengerti hati yang meratap.
Jauh di atas, kabut menyelimuti,
Menyembunyikan perih yang terpendam.
Di puncak sunyi, aku bersamamu,
Dengan alam yang tak pernah karam.
Bukan lari dari kenyataan, ini upaya,
Menemukan kembali kekuatan jiwa.
Gunung perkasa, beri aku daya,
Untuk melangkah, tanpa dirimu di sana.
Oleh. Ahmad Zain Baihaqi XL.24.33.380 - SWP
Komentar
Posting Komentar