Catatan Perjalanan Gunung Argopuro
Pendakian gunung argopuro jaluran Baderan. Bermi merupakan pendakian jalur terpanjang Se-jawa, dengan jarak kurang kurang lebih 70KM. Pendakian ini merupakan pendakian kedua saya setelah sebelumnya melakukan pendakian ke Gunung Raung. Pada pendakian kali ini saya ditemani Mas Koin, Mas Surai, Mba Hembus, Mas Oralit, dan Tatak, pada tanggal 14-18 februari 2023. Kami mulai membeli logistik pada tanggal 12 Februari 2023 dan memulai packing dan berangkat pada 13 Februari 2023. Perjalanan kami menuju argopuro ditempuh menggunakan kendaraan umum yakni Bus dengan rute Stasiun Tawangalun menuju Probolinggo, Probolinggo ke Besuki yang mana kami berangkat sekitar jam 2 siang dan sampai Besuki jam 8 malam. Di Besuki kami beristirahat di kediaman Mas Teri.
Setelah pagi tiba kami berangkat menuju basecamp baderan menggunakan mobil pickup pada jam 8 pagi dan sampai basecamp sekitar jam 10 pagi, kami pun membayar simaksi sebesar 20 ribu/hari namun karena kami punya kenalan orang basecamp jadi kami dapat potongan yang harusnya bayarnya 5 hari menjadi 3 hari sehingga kami cukup membayar simaksi sebesar 60 ribu saja. Perjanan menuju basecamp satu (mata air satu) treknya cukup jauh sehingga estimasi kami jika harus jalan dari basecamp tidak akan cukup sehingga kami di tawarkan memakai jasa ojek sampai aspal terakhir dengan harga 50 ribu, akhirnya kami menyetujui untuk memakai jasa tersebut dan diantarkan sampai aspal terakhir sekitar jam 11 siang dan kami memulai perjalan dari aspal terakhir menuju camp mata air satu .
Trek jalan dari aspal terakhir menuju camp mata air satu menurut saya sangat sulit jalanya, hal ini di karenakan jalan yang kami lewati tanah yang berlubang akibat dari sering dilewati oleh ojek motor yang sering lewati jalur tersebut, ojek tersebut mengikatkan rantai di ban-ban motor mereka sehingga membuat jalanya berlubang dan itu dilakukan secara terus menerus sehingga lubang yang tercipta semakin lama semakin besar sehingga sulit di lewati apalagi ketika musim hujanKami pun sampai di camp mata air satu sekitar jam 2 siang dan berdiskusi untuk pergerakan selanjutnya dari diskusi tersebut akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan pergerakan ke camp mata air 2 karena dirasa waktu masih cukup untuk melanjutkan perjalanan. Kami sampai di camp mata air 2 sekitar jam 5 sore dengan keadaan cuaca hujan dan mendirikan shelter disana. Pada keesokan paginya tanggal 15 Februari 2023 setelah kami sarapan kami melanjutkan perjalanan pada jam 10 pagi menuju tujuan camp selanjutnya yakni Cikasur yang melewati beberapa pos yakni pos sabana kecil, sabana besar hingga akhirnya sampai di Cikasur, trek yang kami lewati cukup sulit karena jalanya rusak dilewati sepeda motor sampai di alun-alun kecil, dari alun alun kecil pemandangan mulai berubah yakni kami di suguhkan dengan pemandangan Sabana yang luas, setelah itu hutan lalu sabana kembali yang terus berulang sampai ke Cikasur. Kami sampai di Cikasur sekitar jam 3 sore dan mendikiran shelter disana, di Cikasur Sabananya merupakan sabana terluas dengan pemandangan burung merak di sekitarnya. Kami melanjutkan perjalanan pada tanggal 16 Februari sekitar jam 10 menuju tujuan camp kami selanjutnya yakni camp Sabana Lonceng melewati beberapa pos diantaranya Cisentor dan Rawa Embik hingga akhirnya Sabana Lonceng, kami sampai di Sabana Lonceng sekitar jam 5 sore dengan keadaan kabut dan hujan, kami pun bergegas mendirikan Shelter, memasak lalu berisirahat untuk persiapan besok summit. Hari selanjutnya kami melakukan summit ke 3 kepuncak yakni puncak Rengganis, puncak Argopuro, dan puncak Hyang yang mana jarak ketiga puncak ini berdekatan.
Setelah summit kami bergegas turun menuju camp yakni Taman Hidup selanjutnya pada jam 11 siang dan sampai di Taman Hidup sekitar jam 4.30 sore. Kami turun dari taman hidup pada tanggal 18 sekitar jam 10 menuju Bermi karena di Bermi kami mengejar jadwal keberangkatan bus, kami sampai di basecamp Bermi sekitar jam 2 dan jadwal bis yang akan kami tumpangi itu jam 3.15 sore, bis tersebut berhenti di Garasi 4 Akas Probolinggo, lalu dari situ kami naik angkot menuju terminal Probolinggo dan dari Probolinggo kami naik bus menuju Jember di stasiun Tawangalun dan sampai di stasiun Tawangalun sekitar jam 9 malam.
Perjalanan ke Gunung Argopuro menghadirkan pengalaman dan cerita yang menarik, selain pemandangan yang indah kami juga akhirnya mengetahui sistem pengaturan ojek khususnya ojek yang di Bermi, menuju camp Taman Hidup, dimana dalam sistem ojek yang dulu di Bermi memakai sistem siapa yang mendapatkan penumpang paling banyak maka penghasilan mereka akan semakin besar, sedangkan yang sekarang mereka di koordinor langsung oleh kantor an sistem bagi hasil secara merata. Sistem pembagian secara merata ini di lakukan akibat dari adanya rebutan penumpang sehingga pernah terjadi tabrakan sesama ojek di sana. Selain itu mereka juga diberikan id card yang menunjukan bahwa legalitas formal mereka sebagai ojek sana, dan id card tersebut juga memiliki fungsi lain yakni bisa sebagai sim (surat izin mengemudi).
Jumar
Komentar
Posting Komentar