Rumbalara

Lahir dipeluk lara

Membawa cerita penuh duka

Sambal berkata

Aku tak pernah minta dilahirkan

Aku tak pernah minta hidup

Aku tak pernah minta dan memilih tinggal dikeluarga

Yang bagaimana

Namun kenapa?

Namun mengapa?

Takdir dengan lihai menari-nari seolah mempermainkan tawaku, seolah menyesatkan langkahku 

Tertatih-tatih tersungkur menjalani hari seorang diri

Tak peduli ingar bingar dunia 

Tak peduli hiruk pikuk hidup

Inginku Cuma mencaci maki laki-laki tanpa celana yang leluasa berkeliaran di dunia yang seolah suci tanpa celah, seolah benar tanpa salah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL

MENAKLUKKAN PUNCAK: CATATAN PERJALANAN DI KETINGGIAN

Pelarian ke Puncak Sunyi