Hutan Pelangi

 Glugu

Deretan pohon pelangi yang berada di kawasan hutan pelangi Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso (Dokumentasi Pribadi)

Menjadi Situs UNESCO Global Geopark, Yuk Intip Pohon Unik di Biosite Hutan Pelangi Bondowoso!

Swapenka1982.blogspot.com – Bondowoso merupakan kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan keindahan alamnya, salah satunya wisata di Biosite Hutan Pelangi.

Kawah Wurung, Kawah Ijen, Gunung Raung di Bondowoso adalah wisata mainstream. Namun, dengan berkunjung ke Biosite Hutan Pelangi, wisatawan akan merasakan sensasi yang berbeda.

Sebelum jauh ke Biosite Hutan Pelangi, taukah kamu apa pengertian Biosite? Biosite merupakan situs dengan kekayaan flora dan fauna yang punya hubungan erat dengan proses Geologi yang ada. 

Kawasan Biosite Hutan Pelangi terletak di Dusun Darungan, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Kawasan ini merupakan pusat penelitian dan konservasi ex situ bagi tanaman tinggi beriklim basah seperti, Pinus, Mahoni, Eukaliptus dan Damar. 

Akan tetapi, terdapat satu pohon unik dan eksotis yang menjadi daya tarik wisatawan, yaitu Pohon Leda atau pohon Eucalyptus Deglupta, atau yang biasa disebut Pohon Pelangi.

Mengutip dari laman Geopark Ijen, Tanaman Eucalyptus Deglupta merupakan tanaman endemic Indonesia yang banyak tersebar di wilayah Maluku dan Papua. 

Tanaman ini juga telah diintroduksi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), salah satunya di KHDTK Bondowoso dengan nama Hutan Pelangi. 

Menurut Jurnal Unipar, warna pelangi ini muncul karena proses oksidasi antara kambium dengan oksigen. 

Warna ini muncul dari kualitas kulit kayu dan waktu pelepasan kulit kayu yang berbeda-beda. Sementara itu, warna coklat merupakan warna alami dari batang pohon pelangi ini.

Pada kulit bagian dalam terdapat warna hijau yang cenderung cerah. Seiring berjalannya waktu, saat kulit pohon tersebut terkena udara, warnanya kemudian akan berubah menjadi biru dan ungu.

Selanjutnya warna kulit kayu ini akan berubah menjadi jingga, merah, dan kuning. Kulit kayu akan berubah menjadi coklat kembali saat siklus pelepasan kulit kayu selanjutnya terjadi.

Selain pohon Eucalyptus Deglupta, terdapat pula 59 jenis koleksi tanaman hutan yang berasal dari 52 wilayah baik dari luar maupun dalam negeri. 

Vegetasi herba di kawasan ini didominasi oleh rumput liar (Cyperus sp.), Kirinyuh (Chromolaena odorata), Ciplukan (Physalis angulata), Jelatang (Girardinia palmata) dan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum).

Selain keanekaragaman flora, terdapat beberapa jenis fauna di kawasan Biosite Hutan Pelangi seperti, Monyet Ekor Panjang, Lutung Jawa, Ayam Hutan Hijau dan Cucak Gunung. 

Hutan Pelangi pernah masuk UNESCO Global Geopark 

Warna yang muncul pada batang pohon Eucalyptus Deglupta. (Dokumen Pribadi)

Pada tanggal 20 Juli 2023, UNESCO secara resmi menetapkan Hutan Pelangi Bondowoso sebagai alah satu situs UNESCO Global Geopark. 

Penerimaan Hutan Pelangi Bondowoso sebagai situs UNESCO Global Geopark merupakan satu pencapaian yang membanggakan untuk Indonesia. 

Hutan Pelangi juga berdampak baik bagi masyarakat sekitar. Hal ini karena Hutan Pelangi menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.***

Sumber: http://geopark-ijen.jatimprov.go.id/ 

Tag: Biosite Hutan Pelangi, Pohon Pelangi, Bondowoso, Situs UNESCO Global Geopark

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL

MENAKLUKKAN PUNCAK: CATATAN PERJALANAN DI KETINGGIAN

Pelarian ke Puncak Sunyi