Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL



Esem XLI-24.33-383-SWP

Jumat, 17 Januari 2025

 

Tim pendakian terdiri dari empat orang anggota Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (SWAPENKA) yaitu Akar, Esem, Jipat, dan Trabas. Tim berangkat dari tempat tinggal mereka masing-masing dan berkumpul di kota Madiun. Lalu memulai perjalanan bersama-sama pada pukul 22.33 WIB. Jalur pendakian yang tim pilih adalah Jalur Babar yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Alasan tim memilih jalur ini adalah karena terdapat kendala dari salah satu transportasi yang digunakan, yang seharusnya tim bersekapakat untuk menggunakan jalur Candi Cetho mengharuskan mereka untuk merubah jalur pendakian ke jalur Babar yang terbilang jalur baru dan jarang di pilih oleh para pendaki-pendaki lain. Tim pendaki berkendara dengan menggunakan dua motor menuju Kabupaten Karangayar dengan melewati Kota Madiun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Jenawi lalu menuju Desa Anggrasmanis yang terletak di Kabupaten Karanganyar.

    Sekitar pukul 00.18 WIB tim berhenti sejenak di perkampungan untuk mendinginkan mesin motor yang sudah mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Perkampungan tersebut begitu sunyi hanya ada beberapa kendaraan yang terlihat melintas dihadapan kita. Kabut pun semakin lama semakin tebal menyelimuti perkampungan itu dan tim memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Karanganyar pada pukul 00.49 WIB. Ditengah perjalanan tim mengalami kendala pada salah satu motor yang sedang digunakan. Saat itu salah satu kendaraan yang digunakan yaitu milik Trabas ternyata kurang kuat untuk menhadapi jalan tanjakan, sehingga mengharuskan Jipat turun agar sepeda motor tersebut dapat melewati tanjakan dan tikungan. Di sanping itu, masalah yang lain pun muncul yaitu bensin yang semakin menipis dan saat itu hari semakin larut, Tim berada di tengah hutan yang tidak mungkin ada orang yang menjual bensin. Dengan sisa sisa tenaga dan bensin yang ada tim tetap melanjutkan perjalanan ke Desa Anggrasmanis.

 

 

(perjalanan dari kota Madiun menuju ke kabupaten Karanganyar)

 

    Pada pukul 02.06 WIB tim memutuskan untuk berhenti sejenak karena bensin yang dimiliki motor yang dikendarai oleh Akar benar-benar menipis. Akar dan Trabas mencoba untuk memindahkan bensin dari motor milik Trabas ke motor Jipat yang dikendarai Akar. Lalu tim bersepakat agar Akar dan Trabas menaruh semua tas dan carrier ke basecamp Candi Cetho. Esem dan Jipat menunggu di tengah sunyinya desa dan hanya di temani bulan yang tidak terlalu cerah saat itu. Tak lama Esem dan Jipat memutuskan untuk berjalan ke arah dimana Akar dan Trabas melalui jalan tersebut, setelah berjalan lumayan lama mereka memutuskan menunggu di pos kampung di pertigaan jalan di desa tersebut. Tak lama terlihat Akar dan Trabas mendekat ke arah Jipat dan Esem. Mereka tampak sedikit muram saat mengatakan bahwa tim akann mendaki Gunung Lawu lewat jalur Babar. Disitu terdapat sedikit percekcokan antar anggota tim. Karena beberapa tim ada yang kurang setuju dengan keputusan itu karena memang dari awal rencana tim lewat jalur Candi Cetho. Namun, setelah beberapa pertimbanga yang telah dijelaskan oleh salah satu tim akhirnya seluruh tim sepakat untuk menggunakan jalur Babar. Basecamp jalur Babar tak jauh dari tempat dimana tim berdiskusi tentang rencana yang dirombak ulang. Sekitar pukul 02.30 WIB seluruh tim bergegas untuk beristirahat sebagai persiapan untuk memulai pendakian.

Sabtu, 18 Januari 2025

Setelah beristirahat hingga pukul 08.00 WIB, tim pendaki pun bangun bersiap untuk segera memulai pendakian. Sebelum melakukan pendakian, tim harus melakukan registrasi terlebih dahulu kepada pihak basecamp. Tiap rombongan pendaki yang melakukan registrasi wajib menuliskan nama lengkap seluruh anggota kelompoknya, menuliskan nomor handphone yang bisa dihubungi, meninggalkan KTP dari salah satu anggota rombongan dan tidak lupa pula untuk membayar tarif sebesar Rp 50.000,-/orang, biaya tersebut merupakan biaya masuk kawasan Rp 25.000,-/orang dan biaya ojek dari basecamp menuju pintu pendakian Rp 25.000,-/orang. Sebenarnya ojek tersebut tidak wajib, namun pihak basecamp menyarankan  menggunakan jasa ojek karena jarak dari basecamp ke pintu pendakian kurang lebih satu jam jika pendaki memilih untuk berjalan kaki. Terdapat banyak larangan saat mendaki Gunung Lawu antara lain :

· Membuat atau melewati jakur terobosan

· Memisahkan diri dari rombongan

· Menggunkan obor untuk penerangan

· Meninggalkan api unggun yang masih menyala

· Memburu satwa liar yang hidup di hutan

· Vandalisme

· Membuat kotor kawasan Gunung Lawu

 dsb.

 
    (peraturan pendakian Gunung Lawu via Babar)

 

Setelah melakukan registrasi, tim pendaki pun diberikan briefing oleh pihak basecamp mengenai jalur pendakian. Terdapat 5 pos pada jalur pendakian ini dan tidak ada warung pada pos 1,2,3, dan 4. Pada pos 3 dan 5 merupakan pertemuan jalur antara jalur Candi Cetho dengan Jalur babar. Terdapat pula sumber mata air di pos 3 pada jalur ini. Meskipun terbilang baru dan jarang dipilih pendaki tidak perlu khawatir tersesat karena sudah tersedia pertunjuk dan plang yang akan membantu pendaki. Tim pendaki disarankan turun sebelum jam 23.00 WIB oleh pihak basecamp tanpa ada alasan yang dijelaskan.

Setelah tim selesai di briefing dan selesai melakukan pendakian dengan menggunakan ojek dari basecamp ke pintu pendakian. Pada pukul 08.58 WIB tim tiba batas ojek dan segera memulai pendakian setelah berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Jalur pendakian dari batas ojek ke pos 1 dilalui dengan melewati perkebunan warga yang cukup luas dengan jalan sedikit menanjak. Kanan kiri berupa  pohon-pohon  yang tinggi, seak semak yang cukup lebat dan terbilang cukup tertutup vegetasinya. Namun, jalur pendakian masih terlihat jelas dan masih dikatakan landai.

Setelah berjalan kurang lebih satu jam, pada pukul 09.55 WIB tim tiba di pos 1. Tim memutuskan untuk membuat makanan karena dari basecamp mereka belum makan atau minum sedikit pun. Ditengah tim sedang membuat makanan terdapat suara ramai dari arah bawah, setelah diamati tenyata terdapat rombongan pendaki juga yang sedang ingin menuju pos 1 juga. Setelah memakan makanan dan berbincang pada rombongan pendaki akhirnya tim memutuskan melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya. Tak lama kita berjalan kabut beserta rintik air menguyur tim. Perjalanan menuju pos 2 masih dengan vegetasi yang tertutup dengan jalan yang cukup berkelok serta menanjak.

Tim pendaki tiba di pos 2 pada pukul 11.29 WIB. Di pos ini tim hanya beistirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Di perjalanan menuju pos 3 hujan semakin deras. Medan menuju pos 3 lumayan menguras tenaga karena cukup menanjak dan kiri kanan ditumbuhi ilalang yang cukup tinggi, vegetasinya pun berubah pohon pohon disekitar sana ialah jenis pohon cemara. Tim memutuskan untuk berhenti di setengah perjalanan tersebut untuk beristirahat. Kurang lebih lima menit beristirahat tim melanjutkan kembali perjalanan menuju pos 3. Di tengah perjalanan hujan semakin reda dan langit mulai tampak cerah. Karena medan menuju pos 3 cukup memelahkan tim memutuskan untuk membagi kelompok menjadi dua kelompok dengan kelompok pertama diisi oleh Trabas dan Jipat yang akan menuju pos 3 terlebih dahulu dan kelompok kedua isi oleh Akar dan Esem yang akan menyusul tim pertama.

Kedua cukup kelelahan di jalur tersebut beberapa kali tim beristirahat hingga pukul 14.01 WIB tim dua berkumpul dengan tim pertama yang sudah berada di pos 3 terlebih dahulu. Di pos 3 terdapat  pertemuan dengan Jalur Candi Cetho dan sumber mata air. Tim pertama telah mengisi beberapa botol kosong dengan air dari mata air tersebut. Sumber air mata tersebut cukup dingin dan menyegarkan. Setelah beristirahat cukup lama tim melanjutkan pendakian menuju pos 4.

( View Gunung Lawu di pos 4 Via Babar)

Perjalanan pos 4 tak kalah susahnya dengan pos 3, di jalur tersebut banyak  terdapat pepohonan yang tumbang dan jalurnya terbilang cukup jauh dari pos 3 dan medannya kurang lebih sama dengan pos 3. Mungkin hanya vegetasinya yang berubah. Vegetasi pada perjalanan menuju pos 4 semakin lama semakin terbuka. Hujan pun kembali menguyur yang membuat pergerakan tim menjadi melambat. Tim sampai di pos 4 pada pukul 16.30 WIB, pos ini tidak terlalu besar terdapat disana bangunan berukuran sedang,  namun terdapat kerusakan pada atapnya dan harus di benahi agar dapat digunakan. Setelah mengisi tenaga tim segera melanjutkan perjalanan menuju pos terakhir. Perjalanan menuju pos 5 cukup berat, karena begitu panjang dan sama seperti medan-medan di pos sebelumnya yaitu berkelok curam dan terus menanjak, karena melewati punggungan-punggungan Gunung, sampai hari sudah semakin gelap dan tim masih berada di jalur. Tetapi pada perjalanan ini terdapat pemandangan menghadap kota yang begitu indah.

Hingga pada pukul 19.00 WIB, tim sampai di Lapangan Kotak dimana tempat tersebut  tak jauh dari pos 5 dan tim memutuskan untuk berkemah disana. Terdapat sekitar 6 tenda di Lapangan Kotak. Setelah membuat makan, tim pendaki akhrinya memutuskan untuk beristirahat. Malam itu angin begitu kencang terdengar desiran angin yang cukup kencang dari luar tenda dan udara semakin dingin. Sehingga beberapa tim tidak bisa tidur dengan nyenyak.

(Menu Makanan saat berada di area camp)

 

Minggu, 19 Januari 2025

Para tim bangun sekitar pukul 07.00 WIB, beberapa dari tim yang telah bangun lebih awal sedang membuat konsumsi untuk dimakan sebagai sarapan. Hari itu cukup cerah, suara burung berkicau mewarnai hari saat itu. Setelah sarapan mereka bergegas melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Lawu atau bisa disebut Hargo Dumilah dengan membawa perbekalan. Tim pendaki memutuskan untuk membawa satu tas hyropack dan satu daypack. Perjalanan dimulai pada pukul 08.10 WIB. Tak jauh dari tempat camp terdapat warung dan bertuliskan “pos 5” di warung tersbut terbilang cukup luas  dan warus tersebut menjual berbagai manakan dan minuman. Setelah berjalan beberapa menit akhrinya tim sampai di Bulak Peperangan.tim melanjutkan perjalanan menuju Gupak Menjangan,  Sabanah, Pasar Dieng, Hargo Dalem lalu Hargo dumilah. Perjalanan dari Bulak Peperangan ke Sabanah cukup dekat namun harus mekewati jalan yang cukup menajak curam, setelah  tanjakan itu tim tiba di Gupak Menjangan. Setelah berjalan sebentar terdapat sabanah yang luas. Setelah berada di sabana tim melanjutkan perjalanan naik ke atas menuju  pasar dieng. Medannya cukup terjal namun masih bisa di atasi, karena lumayan banyak jalur landasi disana, vegetasi di sana juga sedikit terbuka sehingga bisa melihat lembahan dan punggungan yang indah di Gunung Lawu.

    Jarak dari sabana ke pasar dieng cukup memakan waktu. Namun dengan medan yang tidak terlalu menanjak dan bisa di bilang banyak jalur landainya, pada pukul 09.26 WIB, tim juga sempat istirahat. Jika pasar dieng dekat terjadi perubahan medan dan vegetasi yang awalnya tanah menjadi bebatuan, di pasar dieng banyak terdapat semakin keatas semakin berbatu. Hingga pada akhirnya pukul 10.30 WIB, Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan ke hargo dalem dan sampai pada pukul 10.03 WIB. Disana tim mengambil istirahat sambil melihat pemandangan. Cuaca terasa cukup cerah, langit biru dengan awan-awan yang menggumpal memberikan kesan bak lautan awan. Setelah menikmati pemandangan  tersebbut, tim melanjutkan perjalanan ke puncak. Medan  yang dilalui adalah medan berbatu dan cukup menanjak. Perjalanan menuju puncak tebilang cukup terjal sehingga tim bergerak cukup lambat. Sampai sekitar pukul 10.42 WIB tim berhasil mencapai puncak Gunung Lawu. Semua rasa lelah dan letih kami terbayarkan ketika kami mencapai puncak Gunung Lawu, melihat keindahan alam yang disuguhkan dan juga kami diberi bonus oleh alam berupa ‘lautan awan’.

(Dokumentasi Tim Pendaki di Puncak Lawu 3265 mdpl)

 

(Tim melakukan kegiatan bersih-bersih puncak)

Setelah puas berfoto dan memunguti sampah yang ada di puncak. Sekitar pukul 11.40 WIB, tim pendaki memutuskan untuk turun dan menuju Hargo Dalem untuk menyambangi warung pecel yang cukup terkenal yaitu warung pecel Mbok Yem. Perjalanan saat turun terbilang cukup susah karena medan yangg terjal dan berbatu  yang mmembuat tim sedikit berhati-hari dengan medan tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup menyeramkan akhirnya tim sampai di Hargo Dalem pada pukul 12.05 WIB. Tim beristirahat sejenak dengan memesan pecel Mbok yem dan masing-masing segelas teh hangat. Setelah mengisi perut, tim melanjutkan perjalanan turun menuju pos 5 untuk mengemasi barang-barang yang ditinggalkan waktu perjalanan ke puncak. Perjalanan dimulai pukul 12.50 WIB. Tim pendaki tidak menemukan kendala apapun saat turun, mungkin hanya cuaca yang mulai berkabut. Tim pendaki tiba di pos 5 pada pukul 14.40 WIB. Kemudian tim begegas untuk mengemasi barang- barang dan melanjutkan perjalanan turun kembali menuju basecamp pada pukul 15.01 WIB.

    Cuaca pada hari itu terbilang cukup buruk belum ada 20 menit perjalanan hujan rintin pun turun yang membuat tim semakin berhati-hati dengan pijakan, semakin gelap hujan semakin  deras. Tim pendaki hampir saja memutuskan untuk menambah hari untuk berkemah disana. Namun, dengan saling menguatkan tim memutuskan untuk melanjutkan perjalanan meskipun dengan pelan-pelan namun pasti. Karena medan yang dilalui merupakan turunan dan cukup licin karena terguyur air hujan. Seluruh tim pendaki tiba di basecamp pendakian jakur Babar pada pukul 22.25 WIB dengan kondisi yang cukup sehat dan sedikt banyak kelelahan. Sesampainya di basecamp, tim segera melapor  kepada pihak basecamp bahwa tim telah sampai dengan selamat dalam kondisi lengkap, tidak lupa tim menyerahkan sampah sisa logistik yang digunakan kepada pihak basecamp.

    Setelah dirasa cukup melelahkan dan terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan kembali ke kota madiun, tim pun memutuskan untuk menginap di basecamp dan melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya.

 

Senin, 20 Januari 2025

Setelah tidur yang sangat lelap di basecamp, tim pun melanjutkan perjalanannya menuju kota madiun pada pukul 08.35 WIB. Rute yang digunakan oleh tim pendaki saat pulang ke Madiun sedikit berbeda namun tetap akan menuju Jalan raya Sine. Rute yang ditempuh, kondisi jalan cukup baik dan melewati hamparan sawah yang begitu luas dengan pemandangan Gunung Lawu dibelakangnya. Perjalanan menempuh waktu yang cukup lama. Setelah sampai di kota madiun tim sempat berhenti untuk membeli mie ayam untuk masinng-masing dari mereka. Tim pun sampai di rumah salah satu anggota tim (Jipat) sekitar pukul 12.00 WIB.

 

Waktu Pendakian

Basecamp – Pos 1 Ompak-ompak : 50 menit

Pos 1 – Pos 2 Krenyo : 1 jam

Pos 2 – Pos 3 Macanan : 1 jam

Pos 3 – Pos 4 PHP : 2 jam

Pos 4 – Pos 5 Bulak Peperangan : 2 jam

Pos 5 – Hargo Dalem : 1 jam 30 menit

Hargo Dalem – Hargo Dumilah :  40 menit

Total waktu pendakian : ± 9 jam 

Rekomendasi Bagi Pendakian Selanjutnya

· Apabila ingin menuju Gunung Lawu, jika menggunakan kendaraan pribadi pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima karena jalan yang jauh serta menikung tajam dan curam, serta pastikan bensin agar dalam kondisi penuh sebelum berangkat. Pastikan juga pengemudi cukup istirahat dan tidak dalam keadaan menggantuk.

· Sebelum pendakian Gunung Lawu, jauh lebih baik apabila latihan fisik terlebih dahulu, karena ada beberapa jalur pendakian yang cukup berat.

· Disarankan agar membawa perbekalan yang sekiranya cukup ataupun lebih karena tidak ada warung di pos 1 hingga pos 4.

· Lebih fokus dengan jalur karena ada beberapa jalur yang dibagian samping menghadap ke lembahan.

· Usahakan membawa headlamp cadangan atau baterai cadangan agar dapat memudahkan saat pendakian di malam hari.

                                                             


                                                                          - Terima kasih  -

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENAKLUKKAN PUNCAK: CATATAN PERJALANAN DI KETINGGIAN

Pelarian ke Puncak Sunyi