Permisi Bumi
Permisi Bumi
Oleh
Tapir. XL.23.32.379 - SWP
Telapak kaki tak bosan melangkah menyapa alam
Membawa segudang muak pada kota untuk aku salamkan pada bebatuan terjal di pelosok desa yang membisu lama tidak berjumpa
Setiap kecewa perlahan membuih rumah-rumah orang kecil yang kehidupannya bergantung pada tanah dan lautan
Sedang laut disibuki pagar memagar oleh orang-orang rakus
Rimba sedang dinodai oleh embel-embel modern yang membius
Apakah tidak bisa berkembang tanpa merusak?
Aku mencoba mencintai manusia dengan segala kerusakannya pada bumi
Meskipun aku tahu usahaku akan berakhir sia-sia
Meskipun bumi akan tua dan mati juga pada akhirnya
Aku akan tetap mempertahankan hal-hal baik yang bodoh ditelinga namun mulia di perasaan
Aku akan selalu melakukan usaha-usaha kecil meski terlihat mustahil, setidaknya aku adalah salah satu orang yang memperlambat kematianmu
Jadi bertahanlah bumiku
Untuk saat ini bumi lebih tahu maksudku
Untuk saat ini ia tidak bersuara, tapi berbicara lebih keras daripada kata-kata
Lihatlah bencana datang lebih sering daripada sebelumnya
Tambah tua usianya tambah sensitif perasaanya
Percayalah bumi itu hidup dan bernyawa
Komentar
Posting Komentar