CERITA WARGA BEDADUNG : DI TENGAH TUMPUKAN SAMPAH DI ALIRAN SUNGAI YANG MENGGUNUNG
Maraknya sampah yang ada di
sekitar aliran sungai, seringkali menjadi ancaman bagi warga yang tinggal di
sekitar sungai Bedadung. Sampah yang terdengar sepele justru menjadi ancaman
yang serius bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar sehaari-hari.
Perjalanan ini bermula ketika ksmi
berkunjunhg ke sebuah jalan kecil bernama Jl. Brantas di Kecamatan Sunbersari,
Kabupaten Jember. Kami bertemu beberapa warga lokal yang selama berpuluh-puluh
tahun hidup berdampingan dengan aliran sungai Bedadung.
“Sampah yang ada disekitar
sungai Bedadung berasal dari kiriman dan juga beberapa warga sekkitar yang
nekat membuang sampah di sekitar aliran sungai Bedadung. Padahal untuk sistem
pengelolaan sampah rumah sudah ada yang mengkoordinir, biasanya tiap pagi ada
tukang sampah yang mengumpulkan sampah lalu dikirim ke TPA sekitar. Kesadaran
warga yang masih minim terhadap kebersihan juga menjadi faktor menumpuknya
sampah di sepanjang aliran sungai Bedadung. “ Ucap Bapak Jumadi
(18/04/25)
“Pada tahun 2020 pernah terjadi
peristiwaa banjir besar yang mengakibatkan bbeberapa rumah yang berada tepat di
atas aliran sungai ikut hanyut terbawa arus. Banjir tersebut juga menghanyutkan
kuburan yang terletak tepat di pinggiran sungai Bedadung.” Kata Ibu Sri
(18/04/25)
Menumpuknya sampah yang ada di
sungai Bedadung mengakibatkan dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat
sekitar. Tidak hanya berdampak terhadap masyarakat ssekitar akan tetapi juga
berdampak terhadap keindahana sungai Bedadung. Kurangnya kesadaran warga
sehingga masih mnjadikan sungai sebagai tempat sampah membuat permasalahan ini
tidak pernah selesai. Perlu adanya peran pemerintah daerah untuk terjun
langsung dalam menangani permasalahan yang ada di sungai Bedadung dan
mengupayakan untuk membangun kesadaran warga dapat melalui sosialisasi tentang
kepedulian lingkungan.
Komentar
Posting Komentar