Ketika Sampah Mengalir Bersama Harapan
Di balik tumpukan plastik yang
mengapung di permukaan Bedadung, para pemancing tradisional tak sekadar mencari
sensasi “gigitan” ikan, melainkan menorehkan harapan hidup bagi keluarga
mereka. Setiap pagi, sebelum fajar benar‑benar menyingsing, pemancing
menyiapkan alat pancing sederhana, serta ember berisi umpan, biasanya cacing
atau pelet sisa pabrik pakan lokal. “Tadi pagi, jam 6 saya sudah disini.” Ujar
Pak Putra, salah satu warga Jember yang sedang memancing.
Sepanjang aliran sungai tampak
tumpukan sampah berserakan di pinggirnya. Selain plastik, beragam limbah rumah
tangga yang dibuang warga sekitar juga menodai aliran air. “Kalo sampah
disetiap sungai pasti ada ya, mas. Tapi kalo dialiran sungainya ini mungkin
cukup bersih tapi ya kalo dipinggirmya tetep banyak. Nah! (disela-sela
wawancara terlihat seorang bapak2 yang membuang sampah rumah tangga dipinggiran
sungai), kayak bapak2 itu. Beliau udah tiga kali ini buang sampah rumah tangga
seperti itu dari tadi pagi.”
“Harapannya ke depan untuk
sungai-sungai ya kayak seperti luar negeri, bersih, tapi mau gimana ya kalo
orang-orang ini susah. Mungkin yang bisa mengubah pemerintah, dinas terkait,
tentu juga mahasiswa bisa berperan aktif untuk inovasinya, tapi tetap balik ke
masyarakat karena merekalah yang paling deket dengan lingkungan itu.” Ucapnya
dengan wajah terlihat pasrah namun masih ada binar harapan dibalik matanya.
Permasalahan di sungai ini
sebenarnya berakar dari kebiasaan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran
sungai. Setiap hari, banyak dari mereka masih membuang sampah langsung ke
sungai, entah dari halaman rumah, tepi sungai, bahkan dari atas jembatan. Kesadaran
akan dampak dari kebiasaan ini masih sangat minim. Sebenarnya, peran dari dinas
terkait sangat dibutuhkan terutama dalam membuat aturan yang jelas dan tegas
untuk melarang pembuangan sampah ke sungai, serta menyiapkan sistem
penanggulangan sampah yang efektif di kawasan bantaran sungai.
Sebagai mahasiswa, kita juga punya
peran penting dalam upaya ini. Kita harus ikut menyadarkan masyarakat akan
pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sungai.
Edukasi yang berkelanjutan dan pendekatan yang tepat bisa menjadi langkah awal
untuk menciptakan perubahan nyata di lingkungan kita.
Jember, 18 April 2025
Oleh Trabas dan Felis
Komentar
Posting Komentar